Toyota Motor Corporation melaporkan penurunan 11,2 persen secara tahunan pada total produksi kendaraan globalnya sepanjang Agustus, dengan menghasilkan 708.371 unit. Penurunan ini memperpanjang tren perlambatan manufaktur produsen otomotif terbesar di dunia tersebut menjadi tujuh bulan berturut-turut, terbebani oleh dampak sanksi sertifikasi keselamatan di Jepang, cuaca ekstrem, dan perang harga di pasar internasional.
Di pasar domestik Jepang, volume produksi Toyota anjlok 22,2 persen menjadi 220.131 kendaraan. Pada akhir bulan, terjangan Topan Shanshan memaksa perusahaan menutup sementara seluruh 14 pabrik perakitan domestiknya demi keselamatan pekerja. Penutupan akibat badai tersebut memperparah dampak pembekuan izin produksi pada model populer seperti Yaris Cross dan Corolla Fielder yang dijatuhkan Kementerian Transportasi Jepang.
Topan Shanshan dan Sanksi Regulasi Pukul Perakitan Pabrik Domestik Jepang
Produksi di fasilitas luar negeri juga terkoreksi 5,3 persen menjadi 488.240 unit. Di China, pasar otomotif terbesar di dunia, output Toyota anjlok 13,5 persen menjadi 108.460 kendaraan. Produsen mobil listrik lokal seperti BYD gencar melancarkan perang diskon yang memangkas pangsa pasar mobil bermesin konvensional buatan Jepang.
Di kawasan Amerika Utara, produksi turun 4,4 persen karena penyesuaian teknis lini perakitan truk ringan. Kendati output tertekan, penjualan ritel global Toyota terbukti relatif tangguh dengan hanya turun 3,7 persen menjadi 826.863 unit, berkat tingginya minat konsumen terhadap mobil hibrida di AS dan Eropa.
“Kami terus memeriksa dan memperkuat prosedur kepatuhan internal sembari menormalkan lini manufaktur yang terdampak oleh penutupan akibat topan di Jepang tengah.” — Divisi Komunikasi Global Toyota Motor Corporation
Perang Diskon Kendaraan Listrik di China dan Daya Tahan Mobil Hibrida
Guna memulihkan reputasi, jajaran direksi di bawah kepemimpinan Akio Toyoda merombak sistem audit internal dan pengujian keselamatan dengan menempatkan pengawas independen di departemen riset dan pengembangan.
Kalangan analis industri memperkirakan produksi Toyota akan pulih secara bertahap pada kuartal akhir tahun ini seiring dicabutnya penangguhan model domestik. Kendati demikian, percepatan transisi menuju kendaraan listrik murni dan teknologi perangkat lunak tetap menjadi ujian berat bagi raksasa otomotif tersebut.
Frequently Asked Questions
Apa pemicu utama anjloknya produksi mobil Toyota pada Agustus?
Penghentian pabrik akibat Topan Shanshan, pembekuan produksi beberapa model akibat skandal sertifikasi, serta perang harga di China.
Bagaimana kinerja penjualan ritel Toyota di tengah penurunan produksi?
Penjualan ritel global hanya turun tipis 3,7% berkat tingginya permintaan terhadap kendaraan hibrida di pasar Barat.





Comments (0)
Log in to join the discussion.