Insinyur kedirgantaraan asal Singapura, Kelvin Tan, resmi dianugerahi rekor dunia oleh Guinness World Records setelah sukses menyelesaikan penerbangan pesisir tanpa henti sejauh 124 kilometer mengemudikan paramotor listrik buatannya sendiri. Terbang menyusuri pesisir Selat Malaka, misi ini menumbangkan rekor jarak tempuh ultraringan bertenaga baterai sebelumnya.

Pesawat Tan dirancang menggunakan rangka serat karbon aerodinamis yang dipadukan dengan motor listrik brushless berdaya 18 kilowatt. Kunci keberhasilan terletak pada purwarupa baterai litium-logam solid-state yang memiliki kerapatan energi dua kali lipat dibanding baterai litium-ion biasa.

Inovasi Baterai Solid-State untuk Dirgantara Ultraringan

Lepas landas saat fajar dengan cuaca tenang, Tan mempertahankan ketinggian jelajah 300 meter dan terus dipantau stasiun radar Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS).

Pemerhati penerbangan mencatat bahwa paramotor listrik selama ini terkendala oleh bobot baterai yang berat, sehingga jarang mampu mengudara lebih dari empat puluh menit.

“Electric flight is no longer a distant theoretical vision. This flight proves that clean battery propulsion can achieve practical cross-country distances safely.” — Kelvin Tan, Insinyur Dirgantara dan Pemegang Rekor Guinness

Membuktikan Keandalan Jelajah Udara Ramah Lingkungan

Juri Guinness memeriksa rekaman data telemetri satelit dan log GPS penerbangan sebelum mengesahkan sertifikat rekor dunia jarak terjauh tanpa henti menggunakan paramotor listrik.

Tan berencana membagikan cetak biru sistem propulsi listrik ini secara terbuka guna memacu inovasi penerbangan ramah lingkungan bagi mahasiswa teknik di kawasan Asia Tenggara.

Frequently Asked Questions

Rekor apa yang diraih oleh Kelvin Tan?

Rekor resmi Guinness World Records untuk penerbangan tanpa henti terjauh dengan paramotor listrik sejauh 124 kilometer.

Teknologi apa yang memungkinkan penerbangan jarak jauh ini?

Penggunaan baterai prototipe litium solid-state yang berbobot ringan namun mampu menyimpan energi dua kali lebih besar.

Sources