Wakil Ketua Samsung Electronics Jun Young-hyun menyampaikan permohonan maaf terbuka yang tak lazim kepada para pemegang saham dan pelanggan pada Selasa, setelah raksasa teknologi Korea Selatan itu membukukan laba operasional yang jauh di bawah proyeksi.

Dalam laporan awal ke Bursa Efek Korea, Samsung memperkirakan laba operasional periode Juli-September sebesar 9,1 triliun won (sekitar Rp 105 triliun), meleset dari konsensus analis pasar sebesar 10,3 triliun won.

Langkah Tak Lazim Pimpinan Tertinggi Usai Laba Mengecewakan

Meskipun pendapatan naik 17,2 persen secara tahunan menjadi 79 triliun won, laba di divisi semikonduktor tertekan akibat keterlambatan pengujian dan pasokan chip memori mutakhir HBM3E untuk akselerator kecerdasan buatan.

Pernyataan tersebut menandai pertama kalinya seorang kepala divisi bisnis Samsung merilis permintaan maaf resmi bersamaan dengan pengumuman pendapatan, mencerminkan kekhawatiran mendalam atas kepemimpinan teknologi perusahaan.

“We have caused concerns regarding our technological competitiveness, and some are speaking of a crisis facing Samsung. As leaders, we take full responsibility and will restore our fundamental technological superiority.” — Jun Young-hyun, Vice Chairman and Head of Device Solutions at Samsung Electronics

Tertinggal dalam Persaingan Chip Memori Khusus AI

Samsung kian tertinggal dari rival domestiknya SK Hynix, yang berhasil mengamankan posisi sebagai pemasok utama chip memori HBM generasi terbaru untuk raksasa semikonduktor AI global, Nvidia.

Jun berjanji akan merombak budaya organisasi perusahaan, memangkas birokrasi penelitian, dan mengembalikan keunggulan teknologi mendasar Samsung daripada mengandalkan strategi jangka pendek.

Frequently Asked Questions

Mengapa pimpinan Samsung Electronics menyampaikan permintaan maaf?

Karena kinerja laba operasional kuartal ketiga meleset dari ekspektasi akibat keterlambatan pengiriman chip memori HBM untuk prosesor AI.

Berapa capaian laba operasional kuartal ketiga Samsung?

Laba operasional sementara tercatat sebesar 9,1 triliun won, berada di bawah estimasi pasar sebesar 10,3 triliun won.

Sources