Dalam ajang tahunan Meta Connect di Menlo Park, California, Meta Platforms resmi menyingkap purwarupa kacamata augmented reality (AR) holografis mandiri bernama 'Orion' yang diklaim sebagai puncak riset Reality Labs.
Orion memadukan proyektor Micro-LED mini dan pandu gelombang silikon karbida ke dalam bingkai magnesium tebal, menghasilkan bidang pandang 70 derajat yang menampilkan hologram tajam tanpa menutup pandangan fisik pengguna.
Orion: Optik Silikon Karbida dan Antarmuka Gelang Saraf
Berbeda dari headset VR besar, Orion memiliki lensa transparan yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan orang lain sambil melihat jendela komputasi digital dan objek tiga dimensi di udara.
Sistem kendalinya memadukan pelacakan mata dan suara dengan gelang saraf elektromiografi (EMG) yang membaca sinyal motorik saraf dari otak ke jari tangan untuk melakukan klik hanya dengan gestur tangan halus.
“Banyak yang mengira kacamata AR canggih dalam bentuk seringkas ini mustahil terwujud. Orion membuktikannya. Ini adalah perangkat terdepan yang pernah dibuat manusia.”
Quest 3S: Menjangkau Pasar Massal Realitas Campuran
Meskipun Orion masih berstatus purwarupa internal untuk pengembang karena biaya produksinya yang sangat tinggi, Meta menghadirkan produk konsumen langsung dengan meluncurkan headset Quest 3S seharga 299 dolar AS.
Ditenagai prosesor kencang Snapdragon XR2 Gen 2 dan kamera passthrough warna resolusi tinggi dari Quest 3, Quest 3S diposisikan untuk memperluas adopsi komputasi spasial menjelang musim liburan.




Comments (0)
Log in to join the discussion.