Jaksa federal Departemen Kehakiman AS mengungkap pada 22 September 2024 bahwa Ryan Wesley Routh, 58, meninggalkan catatan tulisan tangan yang secara eksplisit mengungkapkan niatnya untuk membunuh mantan Presiden Donald Trump sebelum memposisikan diri di dekat Trump International Golf Club di West Palm Beach, Florida.

Routh ditangkap pada 15 September 2024, setelah agen Secret Service AS yang sedang melakukan penyapuan perimeter perlindungan melihatnya tersembunyi di semak lebat di sepanjang pagar lapangan golf.

Catatan Tertulis Mengungkap Dugaan Niat yang Dipremedikasi

Menurut dokumen yang diajukan di Distrik Selatan Florida, catatan tulisan tangan yang dipulihkan dari milik Routh menyatakan dengan jelas niat untuk membunuh mantan presiden.

Penyelidik dari Kantor Lapangan Miami FBI dan divisi Intelijen Protektif Secret Service bekerja sama untuk merekonstruksi pergerakan Routh di hari-hari sebelum insiden.

“Terdakwa ini diduga datang bersenjatakan senapan dan rencana tertulis untuk melakukan pembunuhan politik. Departemen Kehakiman akan mengejar dakwaan ini dengan setiap sumber daya yang tersedia.”

Dakwaan, Kronologi, dan Langkah Selanjutnya

Routh menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan terhadap calon presiden utama, kepemilikan senjata api oleh terpidana, dan kepemilikan senjata api dengan nomor seri yang diubah.

Kasus ini langsung memicu perbandingan dengan insiden terpisah beberapa minggu sebelumnya di Butler, Pennsylvania. Persidangan Routh dijadwalkan pada 2025 di pengadilan federal Florida.

Sources