Pada Selasa malam, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan berskala besar dengan menembakkan sekitar 180 hingga 200 rudal balistik yang ditujukan langsung ke instalasi militer dan keamanan di seluruh Israel. Sirene peringatan bahaya udara meraung di berbagai penjuru negeri, memaksa jutaan warga bergegas menuju bunker perlindungan.
Berdasarkan pernyataan militer resmi, serangan salvo rudal Iran tersebut secara spesifik menargetkan pangkalan strategis seperti Pangkalan Udara Nevatim dan Tel Nof, serta markas intelijen Glilot di utara Tel Aviv. Serangan ini menjadi agresi militer langsung paling masif yang dilancarkan Teheran ke wilayah kedaulatan Israel.
Serangan Menargetkan Lapangan Terbang dan Pusat Intelijen
Jaringan pertahanan udara berlapis Israel, yang dipimpin oleh sistem Arrow 2 dan Arrow 3 serta David's Sling, beroperasi dalam siaga penuh untuk menetralisir ancaman. Pada saat bersamaan, kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat yang beroperasi di Laut Mediterania timur turut menembakkan rudal pencegat guna membantu membendung proyektil.
Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa mayoritas proyektil berhasil dihancurkan di udara sebelum mencapai sasaran vital. Kendati demikian, sejumlah serpihan rudal dilaporkan jatuh di area terbuka dan sekitar perimeter instalasi militer, memicu mobilisasi tim tanggap darurat.
“This action was in response to aggression against our sovereignty and commanders. Should the Israeli regime respond, it will face crushing subsequent blows.” — Pernyataan Komando Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran
Pencegatan Pertahanan Udara dan Ancaman Eskalasi Perang Regional
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat darurat kabinet keamanan di bunker bawah tanah, menegaskan bahwa Teheran telah melakukan kekeliruan besar dan akan menghadapi konsekuensi berat. Pejabat pertahanan mengisyaratkan kesiapan untuk melancarkan serangan balasan.
Di kancah internasional, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan para diplomat dunia mengecam eskalasi kekerasan yang meningkat drastis ini serta menuntut gencatan senjata segera. Dewan Keamanan PBB menjadwalkan sidang darurat guna meredakan krisis dan mencegah pecahnya perang terbuka di Timur Tengah.
Frequently Asked Questions
Berapa banyak rudal yang diluncurkan Iran dalam serangan tersebut?
Iran menembakkan sekitar 180 hingga 200 rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer dan intelijen.
Sistem apa saja yang digunakan untuk mencegat serangan rudal tersebut?
Sistem pertahanan Arrow Israel dan kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat menembak jatuh rudal.





Comments (0)
Log in to join the discussion.