Negara-negara anggota Uni Eropa pada Jumat secara resmi menyetujui usulan Komisi Eropa untuk memberlakukan tarif masuk penyeimbang definitif hingga 45% terhadap impor kendaraan listrik bertenaga baterai asal Tiongkok. Langkah ini disahkan untuk masa berlaku lima tahun.

Hasil pemungutan suara memperlihatkan perbedaan pandangan tajam di dalam blok 27 negara tersebut. Sebanyak 10 negara, termasuk Prancis, Italia, dan Polandia, mendukung penerapan tarif, sementara lima negara yang dipimpin Jerman dan Hungaria menolak. Sebanyak 12 negara lainnya memilih abstain.

Pemungutan Suara Bersejarah Tetapkan Tarif Penyeimbang Selama Lima Tahun

Tarif baru ini ditambahkan di atas bea masuk mobil standar Uni Eropa sebesar 10%. Besaran tarif tambahan bervariasi sesuai temuan subsidi pemerintah Tiongkok, mulai dari 7,8% untuk Tesla di Shanghai, 17% untuk BYD, 18,8% untuk Geely, hingga 35,3% untuk produsen milik negara SAIC Motor.

Pabrikan otomotif Jerman seperti Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz menentang keras tarif ini karena khawatir akan tindakan balasan terhadap pasar ekspor mereka di Tiongkok. Sebaliknya, Prancis berargumen bahwa persaingan tidak sehat akibat subsidi Tiongkok akan melumpuhkan industri hijau Eropa.

“Bea masuk anti-subsidi kami telah terukur cermat, proporsional, dan mematuhi aturan WTO demi melindungi persaingan adil di pasar tunggal Eropa, sambil tetap terbuka pada perundingan.” — Direktorat Jenderal Perdagangan Komisi Eropa

Kekhawatiran Balasan Dagang Beijing dan Strategi Pabrikan Eropa

Beijing mengecam keputusan tersebut sebagai tindakan proteksionisme dan telah mengisyaratkan penyelidikan balasan terhadap impor minuman beralkohol, produk susu, dan daging babi asal Eropa. Kendati demikian, kedua belah pihak sepakat melanjutkan dialog teknis untuk mencari solusi penetapan batas harga minimum.

Regulasi ini dijadwalkan berlaku efektif pada awal November setelah dipublikasikan dalam Lembaran Resmi Uni Eropa. Para pengamat memprediksi kenaikan tarif ini akan mendorong produsen otomotif Tiongkok untuk mempercepat pendirian pabrik perakitan langsung di daratan Eropa.

Frequently Asked Questions

Berapa tarif tertinggi yang disetujui Uni Eropa untuk mobil listrik Tiongkok?

Termasuk tarif standar 10%, tarif total tertinggi dapat mencapai 45,3% bagi pabrikan tertentu seperti SAIC.

Negara mana saja yang menentang penerapan tarif impor tersebut?

Jerman, Hungaria, Malta, Slovenia, dan Slowakia memberikan suara menolak pengenaan tarif tersebut.

Sources