Produsen kendaraan ultra-mewah asal Inggris, Aston Martin Lagonda, sukses merampungkan paket fasilitas pembiayaan utang senilai 210 juta poundsterling guna memperkuat cadangan likuiditas dan memastikan ketepatan jadwal pengiriman global.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek London, perjanjian pembiayaan ini mencakup 135 juta poundsterling surat utang berjaminan super-senior yang jatuh tempo pada 2029, serta perluasan fasilitas kredit bergulir sebesar 75 juta poundsterling.

Penguatan Neraca Keuangan dan Rincian Paket Pembiayaan

Langkah strategis ini memberikan fleksibilitas penting bagi Chief Executive Officer Adrian Hallmark yang baru menjabat, di saat ia memimpin restrukturisasi operasional untuk mengatasi kelangkaan komponen dan mempercepat perakitan kendaraan.

Awal pekan ini, Aston Martin sempat menyesuaikan proyeksi volume tahunannya akibat kendala pasokan suku cadang dari mitra di Eropa, sehingga perbaikan struktur modal secara cepat menjadi kunci menjaga keyakinan pasar.

“Paket pembiayaan kembali yang menentukan ini memberi fleksibilitas finansial bagi Aston Martin untuk mewujudkan rencana peluncuran produk dan mencapai target jangka menengah.” — Adrian Hallmark, Chief Executive Officer Aston Martin Lagonda

Fokus Operasional dan Akselerasi Produksi Model Generasi Baru

Modal segar tersebut akan dialokasikan langsung untuk menggenjot kapasitas perakitan supercar andalan V12 Vanquish dan varian SUV premium DBX, memastikan komitmen pesanan konsumen di kuartal mendatang dapat terpenuhi tepat waktu.

Didukung oleh komitmen jangka panjang konsorsium Yew Tree pimpinan Lawrence Stroll, pabrikan yang bermarkas di Gaydon ini menegaskan peta jalan elektrifikasi dan pencapaian laba jangka panjang tetap berada pada jalur yang tepat.

Frequently Asked Questions

Berapa total nilai fasilitas pembiayaan yang diperoleh Aston Martin?

Total fasilitas mencapai 210 juta poundsterling, terdiri dari surat utang berjaminan dan perluasan plafon kredit.

Apa tujuan utama penambahan likuiditas segar ini?

Untuk mengatasi kendala logistik suku cadang serta mempercepat perakitan model V12 Vanquish dan DBX.

Sources