Fenomena balap sepeda asal Slovenia, Tadej Pogačar, mencatatkan aksi paling spektakuler dalam sejarah olahraga ketahanan pada hari Minggu dengan menjuarai Men's Elite Road Race di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda UCI 2024 di Zurich. Melancarkan serangan solo dahsyat saat lomba menyisakan lebih dari 100 kilometer, pebalap berusia 26 tahun itu sukses merebut jersei pelangi.
Kemenangan gemilang ini menobatkan Pogačar ke dalam daftar legenda abadi dengan meraih 'Triple Crown' balap sepeda: menjuarai Giro d'Italia, Tour de France, dan Kejuaraan Dunia balap jalan raya dalam tahun kalender yang sama. Ia menyamai torehan Eddy Merckx (1974) dan Stephen Roche (1987) sebagai pesepeda putra yang mampu membukukan rekor tersebut.
Serangan Solo 100 Kilometer yang Mengguncang Peloton
Berlaga di lintasan berat sepanjang 273,9 kilometer dengan tanjakan kumulatif lebih dari 4.400 meter di sekitar Danau Zurich, Pogačar mengejutkan lawan-lawannya dengan menyerang di tanjakan terjal Zürichbergstrasse saat sisa lomba masih tiga putaran penuh. Rekan senegaranya, Jan Tratnik, sempat memberi tarikan awal sebelum Pogačar melaju sendirian.
Kendati grup pengejar yang dimotori juara ganda Olimpiade Remco Evenepoel dan bintang Belanda Mathieu van der Poel berupaya keras memangkas jarak, keunggulan Pogačar tak terbendung. Ketika pebalap Prancis Pavel Sivakov tertinggal 51 kilometer jelang finis, Pogačar melanjutkan uji waktu solo hingga garis akhir.
“I put a lot of pressure on myself for today. After such a demanding season, to come here and achieve this victory with a long-range breakaway is a dream come true.” — Tadej Pogačar, Juara Dunia Balap Sepeda UCI 2024
Triple Crown Legendaris Sejajar Merckx dan Roche
Pebalap Australia Ben O'Connor melakukan manuver cerdik di kilometer-kilometer akhir untuk merebut medali perak dengan selisih 34 detik. Sementara itu, Mathieu van der Poel memenangi adu sprint grup pengejar di Sechseläutenplatz untuk mengamankan medali perunggu di depan Evenepoel.
Titel juara dunia ini menyempurnakan musim 2024 Pogačar yang luar biasa setelah sebelumnya mendominasi Strade Bianche, Liège-Bastogne-Liège, serta dua Grand Tour. Aksi solo 100 kilometer di Zurich ini dinilai para pengamat sebagai salah satu penampilan balap sepeda terhebat sepanjang masa.
Frequently Asked Questions
Apakah yang dimaksud dengan Triple Crown dalam balap sepeda?
Triple Crown adalah keberhasilan menjuarai Giro d'Italia, Tour de France, dan Kejuaraan Dunia dalam satu musim.
Berapa jarak serangan solo yang dilancarkan Tadej Pogačar menuju finis?
Pogačar menyerang 100,5 km jelang finis dan membalap sendirian secara murni sepanjang 51,5 km terakhir.





Comments (0)
Log in to join the discussion.