Senat Meksiko pada Selasa dini hari meloloskan reformasi konstitusi bersejarah yang secara resmi menyerahkan wewenang operasional, administratif, dan anggaran Garda Nasional kepada Kementerian Pertahanan Nasional (SEDENA). Keputusan ini menandai reposisi struktural kepolisian sipil terbesar di Meksiko ke dalam komando langsung angkatan bersenjata.
Partai penguasa Morena bersama koalisinya mengamankan mayoritas mutlak dua pertiga suara, meraih 86 suara setuju berbanding 42 suara menolak menyusul perdebatan sengit selama berjam-jam. Amandemen ini selanjutnya dikirim ke badan legislatif tingkat negara bagian untuk ratifikasi resmi.
Kemenangan Politik Terbesar dalam Penataan Institusi Keamanan
Reformasi yang digagas oleh Presiden Andrés Manuel López Obrador dan didukung penuh oleh Presiden terpilih Claudia Sheinbaum bertujuan mengamankan Garda Nasional dari cengkeraman kartel narkoba. Pemerintah mencontohkan kegagalan Polisi Federal sipil di masa lalu yang terseret kasus suap kartel narkoba.
Di bawah payung konstitusi baru, personel militer aktif yang bertugas di Garda Nasional akan tetap memegang pangkat, hak pensiun militer, dan tunduk pada peradilan militer. Satuan ini juga memiliki kewenangan melakukan penyelidikan kasus kriminal di bawah koordinasi kantor kejaksaan.
“Reformasi ini menjamin bahwa Garda Nasional tidak akan pernah terkorupsi dan memberi bangsa Meksiko institusi yang berintegritas tinggi untuk membela rakyat.”
Sorotan Tajam Isu HAM dan Redupnya Pengawasan Sipil
Fraksi oposisi mengecam keras keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai kemunduran demokrasi akibat militerisasi penegakan hukum publik. Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) dan Amnesty International turut menyuarakan kekhawatiran atas potensi pelanggaran HAM tanpa pengawasan sipil yang independen.
Langkah ini memberi Presiden terpilih Sheinbaum kekuatan bersenjata terpadu yang masif untuk meredam konflik berdarah antarkartel narkoba di wilayah rawan seperti Sinaloa dan Chiapas.




Comments (0)
Log in to join the discussion.