Perdana Menteri Jepang yang baru dilantik, Shigeru Ishiba, mengejutkan para pelaku pasar keuangan dengan mengimbau kehati-hatian terhadap rencana kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ), yang langsung memicu pelemahan harian terbesar bagi mata uang yen dalam beberapa pekan.

Berbicara kepada para jurnalis di Kantor Perdana Menteri (Kantei) di Tokyo usai pertemuan resmi perdananya dengan Gubernur BoJ Kazuo Ueda, Ishiba menegaskan bahwa iklim perekonomian domestik saat ini belum memerlukan pengetatan moneter tambahan.

Sikap Dovish Tak Terduga PM Baru Picu Aksi Jual Cepat Mata Uang Yen

Nilai tukar yen merosot lebih dari 1,5 persen ke atas kisaran 146,50 per dolar AS, membalikkan penguatan sebelumnya yang sempat ditopang oleh persepsi pasar bahwa Ishiba merupakan sosok hawkish yang mendukung normalisasi moneter cepat.

Gubernur Ueda juga menyampaikan pandangan yang seimbang usai pertemuan tersebut, menandaskan bahwa kendati bank sentral berencana menaikkan bunga secara bertahap jika proyeksi inflasi terwujud, otoritas moneter memiliki banyak waktu untuk mencermati pasar global.

“Saya tidak percaya bahwa lingkungan ekonomi saat ini menuntut kita untuk mengambil kenaikan suku bunga lebih lanjut, dan prioritas kita tetap mempertahankan pertumbuhan upah dan vitalitas ekonomi domestik.” — Shigeru Ishiba, Perdana Menteri Jepang

Pemerintah dan Bank Sentral Selaraskan Prioritas Pertumbuhan Upah Berkelanjutan

Merespons gejolak pasar valuta asing, Menteri Revitalisasi Ekonomi Ryosei Akazawa menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati independensi BoJ, seraya menambahkan bahwa kedua lembaga tetap sejalan dalam menuntaskan perang tiga dekade melawan deflasi.

Para analis politik menilai bahwa dengan pemilihan umum parlemen yang dijadwalkan akhir Oktober, Ishiba berhati-hati untuk tidak memicu guncangan finansial yang dapat menekan daya beli rumah tangga di Jepang.

Frequently Asked Questions

Apa pernyataan Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengenai suku bunga BoJ?

Ishiba menegaskan ekonomi Jepang saat ini belum kondusif untuk kenaikan suku bunga dan pertumbuhan upah menjadi fokus utama.

Bagaimana reaksi nilai tukar mata uang yen atas pernyataan tersebut?

Yen terdepresiasi lebih dari 1,5 persen terhadap dolar AS karena investor memundurkan ekspektasi pengetatan moneter.

Sources