Badan antariksa NASA bersama ESA dan CSA pada hari Senin merilis hasil pengamatan spektakuler dari Teleskop Luar Angkasa James Webb yang menampilkan formasi langit unik berjuluk 'senyuman kosmis' akibat benturan galaksi bernama Arp 107.
Terletak sekitar 465 juta tahun cahaya di rasi bintang Leo Minor, Arp 107 terdiri dari dua galaksi yang saling mengunci dalam interaksi gravitasi masif yang membentangkan materi bintang hingga puluhan ribu tahun cahaya.
Tarian Gravitasi Dahsyat Berjarak 465 Juta Tahun Cahaya
Sistem galaksi yang lebih besar merupakan galaksi Seyfert aktif dengan lubang hitam supermasif di intinya, yang terhantam secara menyudut oleh galaksi tetangga berukuran lebih kecil, menghasilkan juntaian debu bercahaya mirip senyuman.
Kombinasi data kamera Near-Infrared Camera (NIRCam) dan Mid-Infrared Instrument (MIRI) sukses menembus tirai debu tebal guna mengidentifikasi gugus-gugus pembibitan bintang baru.
“Teleskop Webb memungkinkan kita membedah anatomi tabrakan galaksi dengan resolusi spektakuler, menunjukkan bagaimana gas terpadatkan untuk memicu kelahiran bintang.”
Kelahiran Bintang Muda di Tengah Kehancuran Kosmis
Berbeda dari benturan langsung yang memporak-porandakan tatanan kosmis, tubrukan menyerempet pada Arp 107 mempertahankan bentuk cincin galaksi induknya sembari memanjangkan jembatan materi bercahaya.
Para ilmuwan astrofisika memanfaatkan Arp 107 sebagai laboratorium alami guna memprediksi peristiwa serupa ketika Galaksi Bima Sakti bertabrakan dengan galaksi Andromeda sekitar empat miliar tahun mendatang.




Comments (0)
Log in to join the discussion.