Jet tempur militer Israel melancarkan serangan presisi yang menghancurkan gedung apartemen di distrik Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut. Serangan tersebut menewaskan tokoh militer teras Hizbullah, Ibrahim Aqil, bersama sejumlah komandan Pasukan Radwan.
Kementerian Kesehatan Publik Lebanon mengonfirmasi sedikitnya 14 orang tewas dan lebih dari 66 lainnya mengalami cedera. Regu penolong masih berupaya mengevakuasi korban dari tumpukan beton reruntuhan gedung bertingkat tersebut.
Pukulan Telak bagi Kepemimpinan Pasukan Elite Radwan
Ibrahim Aqil merupakan anggota Dewan Jihad, lembaga pembuat keputusan militer tertinggi Hizbullah. Amerika Serikat telah memburunya selama beberapa dekade dengan hadiah 7 juta dolar AS atas perannya dalam pengeboman kedutaan dan barak marinir AS di Beirut pada tahun 1983.
Pihak militer Israel mengklaim Aqil sedang memimpin pertemuan rahasia di ruang bawah tanah bersama para komandan lapangan untuk merumuskan serangan darat ke wilayah Israel utara menyerupai peristiwa 7 Oktober.
“Kami menargetkan Ibrahim Aqil dan para komandan senior Pasukan Radwan yang berkumpul di bawah gedung permukiman untuk merencanakan serangan terhadap warga Israel.”
Korban Jiwa dan Kekhawatiran Eskalasi Konflik Regional
Eskalasi dramatis ini terjadi hanya beberapa hari setelah ribuan perangkat komunikasi pager dan walkie-talkie meledak secara serentak di seantero Lebanon, menewaskan puluhan orang dan mencederai ribuan anggota kelompok bersenjata tersebut.
Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Jeanine Hennis-Plasschaert memperingatkan bahaya kehancuran massal di kawasan Timur Tengah jika semua pihak tidak segera menahan diri dari konfrontasi militer lebih jauh.




Comments (0)
Log in to join the discussion.