Dalam salah satu kemitraan industri global paling berdampak pada dekade ini, General Motors dan Hyundai Motor Group menandatangani kesepakatan kerangka kerja untuk mengeksplorasi pengembangan kendaraan bersama dan berbagi fasilitas produksi.

Nota kesepahaman resmi ditandatangani di Seoul oleh Chair & CEO GM Mary Barra dan Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung, menyatukan produsen mobil terbesar di AS dengan konglomerat otomotif terbesar ketiga di dunia.

Kekuatan Otomotif Trans-Pasifik Mulai Terbentuk

Berdasarkan kemitraan ini, kedua pabrikan akan segera memulai studi kelayakan bersama untuk merancang sedan penumpang, SUV kompak, truk komersial, serta mesin pembakaran dalam dan hibrida generasi baru.

Kolaborasi ini juga merambah segmen nol emisi, mencakup arsitektur bersama untuk kendaraan listrik baterai (BEV) dan sistem sel bahan bakar hidrogen bersih di tengah perlambatan adopsi EV global.

“GM dan Hyundai memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Tujuan kami adalah mengoptimalkan skala kedua perusahaan guna menghadirkan kendaraan yang lebih kompetitif bagi konsumen.”

Pengadaan Bersama Demi Menghadapi Persaingan Produsen Tiongkok

Di luar rekayasa kendaraan, kemitraan ini membidik efisiensi skala besar dalam pengadaan. GM dan Hyundai berencana membeli bersama bahan mentah penting untuk baterai litium-ion, seperti litium, nikel, dan kobalt, serta baja struktural.

Pengamat otomotif menilai pakta ini sebagai benteng pertahanan krusial dalam menghadapi ekspansi agresif produsen kendaraan listrik Tiongkok seperti BYD dan Geely di pasar internasional.

Sources