Perselisihan ketenagakerjaan antara raksasa kedirgantaraan Boeing dan serikat buruh terbesarnya kian memanas pada hari Senin setelah manajemen mengajukan pengaduan resmi atas dugaan praktik kerja tidak adil kepada National Labor Relations Board (NLRB).
Dalam berkas resminya, Boeing menuduh pimpinan serikat buruh IAM Distrik 751 yang mewakili 33.000 karyawan mogok kerja telah bernegosiasi dengan itikad buruk dan memutarbalikkan tawaran kenaikan upah perusahaan di mata anggota.
Ketegangan Hukum Memuncak di Hadapan Badan Pengawas Buruh
Langkah hukum ini diambil setelah Boeing merilis tawaran kontrak langsung ke publik dengan klausul kenaikan gaji 30 persen selama empat tahun.
Pihak serikat pekerja mengecam taktik Boeing yang dinilai melecehkan proses perundingan bipartit resmi demi menggiring opini publik.
“Melewati meja perundingan resmi dan bernegosiasi melalui media adalah bentuk ketidakhormatan terhadap anggota kami.”
Kerugian Finansial Membengkak Akibat Terhentinya Pengiriman Pesawat
Aksi mogok kerja yang memasuki pekan kedua ini telah menghentikan total perakitan pesawat laris 737 MAX dan jet berbadan lebar 777 di pabrik Renton dan Everett.
Lembaga pemeringkat kredit memperingatkan bahwa pemogokan berkepanjangan dapat menjerumuskan peringkat utang Boeing ke kategori sampah (junk status).




Comments (0)
Log in to join the discussion.